Sementara getar kaki memar merah berdarah
Getir tak tertahan, duri tertancap tajam di sepanjang setapak ini
Suaraku parau...
Jangankan menjerit dengan sayup pun tak bisa kupanggil namamu, sakit !
Pun kau kemana arahmu tak tentu
Entah di sudut mana kau berada, kau hilang !
Pergi...
tanpa titipan peta untukku, menuju hatimu
Ah, sungguh bukan karena jarak hingga kita jauh !
Melainkan, aku tidaklah tahu hatimu sekarang terpatri dimana
Dan pada akhirnya di persimpangan ini pula jengah juga lelah merasuk sukma
Namun bagaimanapun adanya semoga kita tetap kuat, meski tak lagi saling menguatkan.
#Untukmu, 2 warna 3 rasa yang senantiasa hadir di tiap hembusan nafas, tak terkecuali dalam mimpi siang ini !
DR. Makassar, Selasa siang 6 Desember 2011.